Jumat, 19 Oktober 2012

Ke Manakah Moral Peserta Didik dan Tanggung Jawab Sekolah?

Lagi-lagi terdengar berita tindakan kekerasan dari senior terhadap adik kelasnya terjadi. Sangat memprihatin, karena tindakan kekerasan dilakukan oleh para peserta didik. Sekolah merupakan pusat pendidikan dan pelatihan bagi peserta didik serta tempat Pembinaan mental dan karakter siswa agar menjadi siswa yang berprestasi, memiliki akhlak yang mulia, taat pada segala peraturan dan norma-norma yang berlaku di sekolah. 

Namun fungsi sekolah menjadi berubah pada saat setelah penerimaan peserta didik baru, para calon siswa mengikuti masa orientasi sekolah. Dimana pada pelaksanaan MOS banyak sekolah yang menyelenggarakan MOS dengan baik dan ada sebagian besar lainnya belum melaksanakan dengan baik.Dimana pelaksanaan MOS lebih banyak diserahkan kepada pengurus OSIS, dimana pengurus OSIS mendapat tugas untuk mendampingi adik-adik kelasnya, banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran, menjadikan ajang MOS menjadi ajang perploncoan dari senior terhadap yunior.

Dari kejadian penganiayaan terhadap adik kelasnya yang mengakibatkan luka-luka atau bahkan sampai terenggut nyawanya . Dimanakah moral para peserta didik yang mengaku sebagai senior? Kemanakah penghayatan dan pengamalan budi pekerti para siswa yang berlagak sebagai senior?Tindakan para senior yang melampaui batas dan melanggar Hak Azasi Manusia, harus segera dihentikan. Untuk itu kepada para aparat agar segera menangkap para pelaku penganiayaan terhadap siswa Don Bosco dan diproses secara hukum.Berilah sanksi hukum yang berat agar memberikan efek jera, sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang. Lalu dimana para gurunya? Mengapa tindakan kekerasan bisa terjadi? Tindakan kekerasan yang terjadi dalam ajang pelaksanaan MOS, karena kurangnya perhatian guru terhadap para pengurus OSIS yang mendampingi para peserta didik baru, sehingga konflik-konflik yang terjadi di sekolah terus berkembang sampai ke luar sekolah. 

Untuk sekolah yang mengalami kejadian seperti itu, agar memberhentikan para siswa yang terlibat tindakan penganiayaan, sehingga menjadikan siswa-siswa yang lain tidak akan berani coba-coba untuk melakukan tindakan kriminal yang akan merugikan diri mereka sendiri. Mereka yang terlibat dalam kasus penganiayaan jika diberhentikan di sekolah, mereka dapat bersekolah di sekolah yang dikhususkan untuk anak -anak yang menjadi anak tahanan negara.Sehingga mereka tidak akan kehilangan kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan dan menjadikan mereka untuk berpikir, bahwa kebebasan itu dapat dilakukan dengan bertanggung jawab. Disamping itu sekolah perlu diberikan sanksi penurunan nilai akreditasinya, sehingga sekolah dapat benar-benar bertanggung jawab atas kasus yang terjadi di sekolahnya. Semoga dengan kasus-kasus yang pernah terjadi, para praktisi pendidikan, baik pemerintah, masyarakat sekolah, mari bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi kasus-kasus yang terjadi agar tidak terulang lagi di masa akan datang. Dan perlu dikurangi peranan OSIS dalam kegiatan MOS, tetapi lebih memperbanyak porsi perhatian dari para guru yang terlibat dalam Panitia MOS, sehingga para pengurus OSIS tidak semena-mena lagi terhadap adik kelas. Semoga pelaksanaan MOS di masa-masa mendatang akan menjadi lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi para peserta didik baru. Jimbaran, Bali, 27 Juli 2012

Ikut MOS (Masa Orientasi Siswa) Siapa Takut….

Telah berlalu liburan sebulan penuh, dan telah datang awal tahun pelajaran baru. Semua para peserta didik baru mempersiapkan segala sesuatunya untuk masuk di sekolah yang baru. Peserta didik baru bahkan telah masuk ke sekolah baru beberapa hari sebelum hari masuk resmi permulaan tahun pelajaran baru. Para peserta didik baru mempersiapkan untuk kegiatan Masa Orientasi Sekolah atau yang lebih dikenal dengan MOS. Pada jaman era orde baru, para peserta didik baru hanya mengikuti Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).
MOS dimulai pertama kali pada masa era Reformasi. Maka dilaksanakanlah MOS hingga saat ini, dari perjalanannya banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran pelaksanaan MOS seperti adanya perploncoan terhadap adik kelas, banyaknya tugas yang dibebankan kepada calon peserta didik baru yang membuat para orang tua siswa sibuk dan kalang kabut untuk mencarikan perlengkapan MOS. Dan bila tidak membawa perlengkapan MOS para siswa akan dikenai sanksi hukuman. Untuk menghindari hukuman, peserta didik banyak membuat repot orang tuannya, dikarenakan salah menerjemahkan kode-kode tugas yang diberikan oleh pengurus OSIS, bahkan pernah terjadi karena orang tuanya mencari perlengkapan MOS untuk anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas hingga meninggal di tempat. Dan tidak jarang terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pengurus OSIS kepada calon peserta didik baru. Dari kejadian-kejadian yang terjadi membuat pelaksanaan MOS jadi tercoreng, padahal tujuan pelaksanaan MOS adalah untuk mengenalkan para peserta didik baru mengenai informasi keberadaan sekolah, wawasan wiyata mandala, kedisiplinan, cara belajar dan pengenalan lingkungan sekolah.
Untuk itu perlu dikaji ulang pelaksanaan MOS, para guru harus dilibatkan semua dalam kegiatan MOS, sehingga dapat mengawasi kegiatan yang dilakukan Pengurus OSIS dalam mengoordinir para peserta didik dalam kegiatan MOS. Dibuat Peraturan dan Sanksi yang tegas yang melarang semua yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan MOS dilarang untuk melakukan tindakan kekerasan. Dan tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya tugas-tugas yang masih banyak berkaitan dengan dunia pendidikan seperti membuat karya tulis atau membuat karangan satu halaman, ini jauh lebih baik daripada siswa mencari perlengkapan MOS dari bahan-bahan yang susah dicari dan sepertinya sangat mengada-ada. Dan bila siswa tidak dapat memenuhi tugas, hukumannya janganlah terlalu berat apalagi diberi hukuman fisik, tetapi berilah tugas lain yang bermanfaat membuat sebuah karangan atau mencari berita atau artikel yang menarik dari internet, sehingga para peserta didik tidak akan merasa takut lagi untuk mengikuti kegiatan MOS.
Setelah ini semua dapat berjalan dengan baik, para calon peserta didik baru akan merasa nyaman untuk bersekolah dan tidak merasa beban karena adanya tugas-tugas dari kegiatan MOS, semoga kegiatan MOS merupakan kegiatan masa orientasi siswa yang benar-benar memperkenalkan sekolah barunya sehingga menambah semangat dan keyakinan para calon peserta didik baru untuk bersekolah.
Jimbaran, Bali, 17 Juli 2012

Galilah Potensi Diri Anda

Sekolah merupakan pusat pendidikan dan ilmu, banyak siswa yang telah belajar di lingkungan sekolah. Di sekolah para siswa banyak menimba ilmu dan ketrampilan. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat mengaplikasikan ilmu dan ketrampilannya yang di peroleh di sekolah sehingga dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari atau di dunia kerja. Namun sekian banyak siswa yang belajar, masih banyak siswa yang belum memahami potensi diri yang dimilikinya, sehingga para siswa tersebut memahami kemana arah tujuan setelah ia tamat belajar dari sekolah.

Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. ( http://id.wikipedia.org/)

Setiap orang memiliki potensi dirinya masing-masing, potensi diri tidak selalu berpatokan terhadap jurusan yang diambil di sekolahnya, tetapi juga bisa bidang lain yang dikuasai dan apabila potensi dirinya lebih mengarah pada jurusan yang diambil di sekolah akan lebih baik dan lebih terasah.

Maka galilah potensi diri yang ada pada dirimu, misalnya potensi diri misalnya suka menganalisa hitungan matematika, komputer, ketrampilan menulis, berbicara di depan orang banyak, berorganisasi dan lain-lainnya yang tidak dapat disebutkan secara satu persatu.

Untuk menggali potensi diri, yang perlu diketahui adalah :
B    - Bakat dan minat
Dengan mengetahui bakat dan minat yang dituju akan memberikan semangat apa yang hendak kita kerjakan dan kita tekuni.

- Inovasi
Mencoba hal-hal yang baru yaitu dengan banyak bergaul dan bergabung dalam komunitas orang-orang yang berilmu dan mencoba bertukar pikiran dengan teman-teman yang pandai, akan dapat mengukur kemampuan kita, sejauh mana potensi-potensi yang ada pada diri kita dan mana yang belum tereksplore.Bila sudah tereksplore maka itulah potensi yang kamu miliki.
-   - Banyak membaca
     melihat  dan  merasakan, bahwa begitu banyak ilmu dan informasi yang kita dapatkan dan kita pahami, dari sinilah kita dapat mengetahui sejauh mana potensi diri kita dapat menyerap ilmu sehingga dapat menambah pengetahuan anda.

Potensi diri kamu akan muncul dengan sendirinya jika kamu rajin untuk mengembangkan diri, banyak usaha dan doa. Untuk itu janganlah kamu merasa minder jika ingin mengembangkan potensi diri.

Dengan potensi diri yang dimiliki akan mendorong keberhasilan dalam studi atau pekerjaan, karena kita dapat mengukur kemampuan yang kita miliki, apa kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita. Untuk itu semangat dan semangatlah untuk maju, jadikan kekuranganmu sebagai kelebihanmu dan jangan merasa sombong kalau sudah bisa menerapkan potensi dirimu.Insya Allah kamu bisa.

Jimbaran, Bali, 11 Juli 2012

Virus Hati Lebih Bahaya dari Virus Komputer!

Pernahkah komputer anda terjangkiti sebuah virus atau berbagai macam virus? Betapa menjengkelkan di saat penting kita memerlukan data yang hendak kita kerjakan, virus semakin mengganas dan merusakkan komputer kita sehingga berhenti beroperasi.

Komputer bila dijangkiti oleh virus, kita sudah kalang kabut untuk mencari anti virus yang bisa untuk membersihkannya, baik dengan mencarinya lewat Mbah Google ataupun melalui teknisi komputer untuk membersihkannya. Virus komputer lebih banyak datangnya dari luar seperti melalui pencolokan USB Flash Disk ataupun melalui koneksi internet. Dari satu file terinspeksi virus, jika dibuka akan menyebar secara cepat dalam jumlah ribuan.Untuk itu maka diperlukan sebuah anti virus yang benar-benar bisa melindungi komputer dari serangan virus bahkan yang bisa mematikan virus.

Lalu bagaimanakah dengan Virus Hati?
Manusia diciptakan dengan memiliki hati nurani. Jika hati selalu disuguhi oleh berbagai macam keburukan atau kekerasan, maka hati akan menjadi keras dan membatu.

Mengapa demikian?
Karena berbagai macam pengaruh dan berbagai contoh negative selalu kita terima dan terus menerus tanpa hati kita bisa menolaknya.
Bahkan berbagai macam virus hatipun mulai menjangkiti hati kita, yang membuat hati kita menjadi keras. Kalau hati sudah keras, segala kelembutan kebaikan akan sulit diterima, semua hal-hal baik serta perintah Allah SWT mulai ditinggalkan sedikit demi sedikit dan tidak teraturnya sistem hidup, lebih mudah menyerap pengaruh negatife yang ada di sekeliling kita .

Adapun penyakit dan virus hati diantaranya adalah :
Syirik kepada Allah, Kufur Nikmat, Cinta Dunia, Takut Mati, Dendam, penakut, Khianat, Stress, Kikir, Bakhil, Marah, Cinta Pujian, Riya, Tamak, Takabur, Murtad, Cinta Buta, Bohong, Keras Hati, Lalai, Iri, Zalim, Meminta-minta, Broken Home, Suka Menipu,Berbuat Bid’ah, Keluh Kesah, Malas Beribadah, Tergesa-gesa, Banyak Bersumpah, Tidak Bertawakal,Berbuat Fitnah, Membangkang, Banyak Bicara, Banyak Makan, Malas Bersedekah, Buruk Sangka, Banyak Berjanji, Berpikir Picik, Jarang Berdoa , Gemar Maksiat, Kultus Individu, Gersang Spiritual, Berbuat Curang,
Meninggalkan Jihad, Berpangku Tangan, Menunda Taubat, Tidak Cermat, Ghibah, Sedih dengan Kebahagiaan Orang Lain, Senang dengan Kesusahan Orang Lain, Merasa Aman dari Tipu Daya Allah, Meninggalkan Majelis Dzikir,Berlambat-lambat dalam Beramal Shalih, Malas Mempelajari Kitabullah, Gengsi yang Tidak Proporsional, Mengumbar Pandangan, Salah dalam Bergaul, Menganggap Sepele dan Suka Meremehkan, Putus Asa dari Rahmat Allah, Meninggalkan Orang Shalih, Banyak Bergaul dengan Lawan Jenis, Mencari-cari Kesalahan Orang Lain, Suka Membuang-buang Waktu, Pesimis dalam Menghadapi Hidup, Mudah Patah Harapan, Banyak Bertengkar dan Berdebat, Minder dan Tidak Percaya Diri, Ambisius terhadap Jabatan, Futur (mudah putus asa), Uzlah (mengisolir diri), Panjang Angan-angan, Musik dan Nyanyian Setan, Meminta Bantuan kepada Setan dan Dukun, Lebih Mementingkan Penampilan Lahir, Terlalu Sensitif yang Tidak pada Tempatnya, Sibuk dengan Kesalahan Orang Lain, Tergantung dengan Orang Lain, Meninggalkan Jamaah, Mengungkit-ungkit Pemberian, Menuntut Ilmu Agama untuk Mencari Dunia, Ulama yang Mendatangi Penguasa, Condong kepada Kekufuran, Meninggalkan Zikir dan Istighfar, Banyak Tertawa dan Sedikit Menangis dan lain-lainnya yang belum disebutkan.

Lalu bagaimana kita menghilangkan virus yang ada di hati kita?
1. Bertaqwa kepada Allah SWT
2. Mengamalkan ajaran Al Quran dan Hadits

Dengan mengobati hati kita yang sakit akan membuat pikiran dan jasmani kita sehat, dan dapat menentramkan hati kita. Marilah kita sembuhkan segala penyakit hati yang ada pada diri kita hanya dengan bertaqwa kepada Allah SWT. Semoga kita dapat menjadi hamba Allah yang bertaqwa dan bisa menjadi manusia yang lebih berarti dan bermakna bagi semua makhluk dan umat. Virus hati jangan dibiarkan menjangkit hati anda, tetapi perlu dibersihkan seperti membersihkan virus di komputer anda. Virus komputer bisa dihilangkan dengan segera, kalau virus hati memerlukan waktu yang cukup lama dan hidayah dari Allah SWT.Jadi virus hati lebih berbahaya dari virus komputer anda.Jadikan Al Quran dan Hadits sebagai anti virus buat hati anda.

Jimbaran, 09 Juli 2012

Inspirasi Menulis Tidak Datang Sendiri, Tetapi Digali dari Pengalaman

Apa yang akan kutulis? 
Judul dan temanya apa?
dari mana mulai menulis?
Mungkin semua orang pernah terpikir ketika hendak menulis, ide dan inspirasi belum ada.

Menulis merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah, gampang dapat dilakukan oleh semua orang apabila ditekuni secara serius dan susahnya bila saat menulis inspirasi tidak datang di dalam pikiran kita.

Inspirasi Menulis tidak datang dengan sendirinya, namun harus digali dari berbagai macam pengalaman dari penulis atau dari teman-teman kita. Namun kok hanya sedikit saja bila dituangkan dalam tulisan?

Untuk itu kita lebih banyak memanfaatkan waktu luang kita dengan berjalan-jalan ke luar rumah seperti pergi ke toko buku, mengikuti acara bedah buku, pergi ke perpustakaan dan banyak membaca berbagai referensi sehingga sedikit demi sedikit akan terekam di dalam pikiran kita. Pergi berwisata ke tempat obyek-obyek wisata yang menarik, disamping dapat menikmati pemandangan alam yang indah dapat juga dijadikan inspirasi untuk menulis.

Dengan banyak pergi dan mencari bahan-bahan untuk kegiatan menulis akan membawa manfaat bagi penulis untuk dapat menyajikan tulisan yang sesuai dengan fakta-fakta yang ada. Jika dibandingkan mencari inspirasi dengan hanya duduk bengong, melamun dan duduk depan laptop berpikir secara keras untuk mendapatkan ide-ide menulis, akan terasa begitu membosankan dan menghasilkan tulisan yang kurang baik karena sedikitnya wawasan yang ada, terkecuali sebelumnya sudah pernah memiliki pengalaman-pengalaman yang pernah dimiliki sehingga dapat dihasilkan tulisan yang lebih baik.

Jadi inspirasi itu lebih banyak dihasilkan dari berbagai macam pengalaman dan lebih sedikit dari kegiatan yang banyak berpikir dan melamun .Untuk itu lebih bersemangatlah di dalam menulis dengan banyak membaca tulisan-tulisan dari berbagai macam penulis baik yang ada di internet melalui blog-blog atau website, aktif dalam milis maupun jarinan social yang berhubungan dengan kegiatan menulis sehingga sedikit demi sedikit kemampuan menulis akan menjadi terasah dan dapat menghasilkan karya tulisan yang lebih baik dan berkualitas. Selamat Menulis dan Berkarya!
Jimbaran, Bali, 07 Juli 2012

Seberapa Pedulikah Anda Terhadap Anak Jalanan?

Pernahkah anda melihat anak-anak jalanan yang banyak bersliweran di seputaran lampu lalu lintas di sekitar tempat anda yang bekerja sebagai peminta-minta? seorang anak kecil yang mengais-ngais sampah untuk mencari sesuap nasi. Ada juga yang lebih beruntung anak-anak yang memungut gelas-gelas bekas minuman mineral yang kemudian dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga menjadi satu sampai dua karung, itu dijual paling tinggi sekitar 5-7 ribu rupiah jika beruntung. Dan banyak juga anak-anak jalanan yang kurang beruntung, mereka banyak terjerumus dengan narkoba dan juga terlibat dalam kejahatan.
Anak-anak jalanan yang masih dalam usia sekolah sejak pagi hingga sore hari selalu menghiasi jalan-jalan di perkotaan, hingga menjadikan pemandangan yang tidak sedap dan mengganggu keindahan kota. Namun apakah mereka menginginkan pekerjaan tersebut? Dan kita berpikir mungkin orang tuanya yang menyuruh anaknya ikut bekerja, namun tidak semua karena suruhan dari orang tuanya tapi keinginan sendiri karena melihat kondisi orang tuanya yang hidup dalam kondisi yang serba kekurangan.
Mungkin secara hati nurani, anak-anak tersebut ingin menimba ilmunya di bangku di sekolah dan bisa bermain dengan teman-teman yang sebayanya. Namun karena berbagai faktor baik masalah perekonomian ataupun masalah keluargalah mereka terbawa menjadi anak jalanan.
Tidak terpikirkah oleh anda betapa malangnya nasib mereka anak-anak jalanan tanpa bisa mengenyam pendidikan, ini merupakan asset yang sangat besar dan berharga bagi bangsa kita kalau dapat dibina dan dididik secara benar dan berkualitas.
Untuk itu marilah kita mulai memikirkan nasib mereka, bagi orang-orang yang memiliki modal cukup sedekahkanlah sebagian hartamu untuk membiayai pendidikan mereka agar anak-anak jalanan ini dapat mengenyam pendidikan dan dapat memperoleh ketrampilan sebagai bekal hidupnya. Dan bagi orang-orang yang sedikit atau kurang dalam ekonomi dapat membantu anak-anak dalam memberikan ilmu-ilmu kita yang bermanfaat kepada mereka. Sehingga tidak alasan bagi kita untuk tidak membantunya, bukankah dengan sedekah harta atau sedekah ilmu akan melipatgandakan pahala kita, syukur-syukur juga akan menambah kekayaan kita baik secara materi maupun kekayaan hati secara spiritual. Jadilah orang-orang yang peduli terhadap anak-anak jalanan.
Jimbaran, Bali, 29 Juni 2012

Bukan Sekedar Tukang Ketik Biasa

Mengetik? 
Semua orang hampir dipastikan bisa mengetik, atau mengenal kata mengetik. Mengetik merupakan sebuah pekerjaan menyalin dari sebuah atau beberapa konsep ke dalam kertas dalam bentukan cetakan huruf yang standar baik menggunakan mesin ketik ataupun dengan menggunakan komputer.
Setiap orang pasti membutuhkan ketikan apabila ingin membuat paper, karya tulis, brosur, selebaran, naskah pidato dan lain-lain sebagainya.

Mengetik merupakan sebuah pekerjaan yang dilakukan sehari-hari dan ditekuni, tanpa ditekuni pekerjaan tersebut akan membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaiannya. Jadi mengetik perlu latihan agar tangan-tangan lemas dan lebih cepat bergerak dalam mengetikkan sejumlah huruf dan angka.

Pekerjaan mengetik terkadang terlihat membosankan dan juga dipandang sebelah mata oleh segelintir orang. Orang-orang demikian itu bukanlah contoh orang yang perlu diteladani, karena mereka hanya bisa berteori,coba diketik sendiri apakah bisa cepat menyelesaikan seperti yang mereka inginkan?

Mengetik merupakan kerjaan yang rutin dilakukan oleh staf-staf administrasi perkantoran baik negeri atau swasta, penulis atau wartawan.

Jadi jangan dipandang sebelah mata, karena dengan beberapa tulisan bisa diwujudkan dalam bentuk sebuah buku dan bisa dijual sehingga menghasilkan rupiah. Tulisan atau ketikan bisa membuat orang terjatuh dari kursi jabatannya, karena laporan kasus korupsi. Pimpinan perusahaan akan kelimpungan dalam memimpin rapat bila tidak mempersiapkan dirinya dengan sejumlah laporan-laporan dari bawahannya yang semua berasal dari ketikan tukang ketik. Para pimpinan negara dan pejabat negara semua memerlukan naskah yang semua diketik oleh tukang ketik. Oh..betapa besarnya jasa para pengetik naskah-naskah penting tersebut. Namun nama mereka tidak pernah terdengar dan hanya berada di balik layar.
Melihat pengalaman dari mengetik, penulis sebenarnya tidak bisa mengetik. Semua ketikan dikerjakan secara sederhana di komputer, tidak menggunakan 10 jari. Dan akan lebih baik jika para tukang ketik mengerti Teknik Mengetik 10 Jari, karena akan menambah kecepatan di dalam mengetik. Buat para tukang ketik yang mengetik hanya dengan beberapa jari saja jangan bersedih, ada cara melatih kecepatan mengetik yaitu dengan melatih kemampuan mengetik dengan membuat macam-macam tulisan, ikut berpartisipasi dalam diskusi di jaringan social baik facebook ataupun twitter. Dan bagi yang mempunyai Account Yahoo Messenger apabila punya teman banyak cobalah berkomunikasi dengan beberapa teman, nanti disini kita akan terlatih secara cepat untuk menjawab dan mengomentari percakapan dari teman-teman kita.

Dari latihan tersebut diatas kita secara tidak langsung belajar menulis di samping belajar kecepatan mengetik. Namun jangan sampai disalahgunakan ilmu-ilmu yang kita peroleh baik secara langsung ataupun tidak langsung ini dari dunia teknologi informasi. Semoga ke depan para tukang ketik bukan sekedar tukang ketik biasa tetapi menjadi tukang ketik yang luar biasa.
Jimbaran, Bali, 23 Juni 2012

Mau Pelit atau Bersedekah?

Pelit atau Kikir merupakan suatu sikap yang dimiliki manusia, dimana manusia tersebut memiliki sesuatu baik harta maupun ilmu, tetapi hanya digunakan untuk kepentingan diri sendiri dan tidak pernah dibagi kepada orang lain

Orang pelit cenderung memperkayai diri sendiri dan menguasai suatu ilmu tanpa pernah mempedulikan orang lain. Orang seperti ini lebih banyak menggunakan perhitungan untung dan ruginya dalam melakukan sebuah tindakan.

Orang yang pelit akan menyempitkan jiwanya, sifat tersebut akan menyia-nyiakan dan menyengsarakan jiwa. Karena di hati orang pelit akan selalu merasa sempit, ia ingin selalu berkuasa dan harus menjadi nomor satu dan selalu menang sendiri.
Bagaimanakah dengan orang Dermawan? Apakah orang Dermawan harus orang kaya?

Orang Dermawan adalah orang yang suka mendermakan sebagian hartanya kepada kaum miskin ataupun kepada orang-orang yang membutuhkan, mereka adalah orang-orang selalu diberikan kelapangan jiwanya oleh Allah SWT.

Setiap orang bisa menjadi dermawan, jika di dalam hatinya sudah tertanam sikap berbagi terhadap sesama. Jadi tidak perlu kaya atau miskin, semuanya bisa. Tidak bisa sedekah dengan harta, sedekahlah dengan ilmu dan kemampuanmu.Karena bersedekah akan membawa pahala yang berlipat-lipat dari Allah SWT,

Orang memiliki kelapangan jiwa akan selalu tergugah hatinya jika melihat banyak saudara-saudara kita yang masih berada di garis kemiskinan. Hati selalu tergerak untuk selalu bersedekah dan bersedekah.
Menghilangkan sifat pelit dalam diri kita merupakan pekerjaan yang sangat sulit, jika tidak dilandasi oleh niat hati yang ikhlas. Untuk itu belajarlah banyak ilmu terutama ilmu ikhlas dan sedekah. Semoga dengan banyak belajar dan mencoba menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan sedekah sebagai bagian dari hidup kita, karena dengan bersedekah akan menjadikan kita sebagai orang yang kaya baik kaya secara material ataupun secara spriritual, semoga dengan sedekah juga dapat mengikis sedikit demi sedikit sifat pelit yang ada dalam diri kita. Untuk itu marilah kita jadikan hidup kita gemar bersedekah dan itu semua harus dilakukan ikhlas karena Allah SWT.

Jimbaran, Bali, 18 Juni 2012

Awal Mula Belajar Sedekah

Pada waktu itu tahun 2005-2006 kehidupanku boleh dikatakan tidak teratur, uang dari gaji cepat abis sebelum habis bulannya. Itu karena aku tidak dapat mengatur manajemen pengeluaranku.Dari hasil gajiku, aku tidak bisa membeli barang-barang berharga ataupun memiliki tabungan. Dan kondisi keadaanku tidak stabil, banyak gejolak yang terjadi dalam kehidupanku. Ibadahku pun tidak teratur, sering bolong-bolong sehingga perolehan tambahan rezekipun menjadi seret. Aku pun masih merasa pelit untuk memberikan sebagian hartaku bagi orang-orang yang membutuhkan. Memberi sedekah pada pengemis tidak pernah, menginfakkan di masjid juga tidak pernah. Sehingga jodohku pun terasa sangat lambat dan sangat jauh dariku.
Dari berbagai kejadian dan kejadian yang menimpaku hingga suatu saat aku pernah mengalami kecelakaan dimana kecelakaan tersebut masih membawa trauma bagiku untuk bepergian keluar malam dengan mengendarai motor. Dengan terjatuhnya aku dari sepeda motor di depan masjid suci di bilangan kota Denpasar, karena bertabrakan hingga memaksaku mengeluarkan sejumlah dana untuk pengobatan kepada pengendara sepeda motor satunya yang menjadi korban, menyadarkanku bahwa aku masih di sayang Allah SWT dan diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Dengan kejadian tersebut, mulailah aku menata kehidupanku kembali dari nol, aku pun secara tidak sengaja sering membeli majalah Hidayah yang berisikan kisah-kisah hidup orang yang mendapatkan balasan dari Allah SWT karena perbuatan di masa lalunya dan kemudian kisah-kisah teladan yang ada dimajalah di sinetronkan di Trans TV melalui acara Hidayah. Akupun juga menonton acara Rahasia Illahi yang setelah selesai diberikan beberapa wejangan dari Ustadz Arifin Ilham. Hatikupun merasa bergetar karena merinding akan kejadian-kejadian dan akibat dari perbuatan-perbuatan di masa lalu.
Kemudian aku mulai secara bertahap melaksanakan sholat secara lengkap 5 waktu dan berusaha untuk belajar disiplin. Terasa berat memang, tapi aku harus bisa dan harus. Mulailah aku secara aktif mengikuti tausyiyah melalui TV seperti dari Ustadz Jefri maupun Ustadz Yusuf Mansur. Dari Ustadz Jefri yang dikenal dengan Uje, aku mendapatkan semangat untuk memperbaiki diri setelah mendengar dan mengetahui kisah hidup Uje dari masih menjadi artis hingga menjadi Ustadz seperti sekarang ini.
Sedangkan dari Ustadz Yusuf Mansur, aku mendapatkan pencerahan mengenai sedekah, dimana dengan sedekah kita akan menjadi kaya sesuai matematika sedekah, karena dengan sedekah satu akan dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku pun tertarik pengen menerapkan ilmu sedekah tersebut, tapi aku gak punya uang, tapi aku belum berani bersedekah dengan harta yang aku miliki.Walau sudah banyak contoh dan kasus dari bersedekah sampai hartanya habis tak bersisa akhirnya memiliki harta yang berlipat-lipat.
Awal mula bersedekah hendaknya harus memaksakan diri, ikhlas ataupun nggak ikhlas harus berani kita keluarkan. Dengan terlatih secara rutin walau awalnya dengan keadaan terpaksa, secara perlahan-lahan dengan sendiri akan timbul keikhlasan dalam diri kita. Dan aku pun juga mempelajari ilmu sedekah melalui berbagai macam buku, sehingga kita bersedekah ada ilmunya. Secara bertahap kita bersedekah lalu kita mulai memperbaiki ibadah kita dari sholat, tingkah dan perilaku kita. Belajar mengaji Al -Quran dan ibadah-ibadah sunnah lainnya.
Alhamdulillah dari belajar bersedekah, akupun bisa mendapatkan jodohku. Akupun menikah pada tanggal 02 Maret 2007 di Sragen, Jawa Tengah. Akupun mengajak istriku ke Bali, dimana aku bekerja sebagai seorang PNS menjadi staf tata usaha pada sekolah SMK.
Di awal-awal pernikahan kami itu, kondisi keuanganku morat-marit, mulailah aku dan istri membenahi dari nol. Dari menikah pun aku mulai mendapatkan rezeki yaitu dengan menjadi freelance sebagai tenaga penginput data pajak di kantor perpajakan kurang lebih satu bulan.
Dan dari hasil yang didapat mulailah disisihkan 2,5 % untuk dizakatkan atau disedekahkan, disini aku belajar untuk memberikan hak-hak orang miskin yang membutuhkan. Dari jumlah uang atau gaji yang kecil aku coba sisihkan sedikit demi sedikit, setelah jumlahnya cukup kemudian kami salurkan ke lembaga zakat atau dengan memberikan kepada orang yang menurut kita cukup memerlukan bantuan.
Dengan belajar sedikit demi sedikit melatih kami untuk tidak pelit kepada orang-orang yang membutuhkan. Karena untuk mengeluarkan jumlah banyak kami belum bisa, dan ini kami lakukan secara rutin setiap mendapat tambahan rezeki, kami berusaha untuk wajib untuk menyisihkannya walau masih dalam jumlah sedikit, ini untuk melatih diri kami untuk membiasakan diri untuk tidak pelit sehingga pada suatu saat nanti bila penghasilannya sudah besar tidak akan mengalami kekagetan yang luar biasa karena penyisihan 2,5% dari penghasilan yang besar, jumlah penyisihan juga akan menjadi besar pula.
Walau selama belajar sedekah ini, kami belum mendapatkan balasan dari Allah sebesar 10 kali lipat seperti pengalaman orang-orang, tapi dari efek sedekah membawa kenyamanan dalam hidup kami. Rezekipun mulai mengalir walau tidak banyak, diberi kesehatan oleh Allah SWT, diberikan kesempatan bisa pulang ke Sragen, Jawa Tengah setiap tahun, bisa menabung dan memiliki sebidang tanah dan lain-lain sebagainya. Ini mungkin karena niat sedekah kami belum diimbangi dengan kualitas ibadah sholat kami dan ibadah-ibadah yang lainnya. Semoga kami dapat terus melaksanakan ilmu sedekah ini.
Untuk itu kami selalu bersabar dan belajar secara terus menerus semoga kegiatan sedekah kami menjadi kegiatan ibadah kami yang bisa dilaksanakan secara ikhlas. Sehingga Allah SWT dapat memberikan pahalanya dan mengaruniakan kepada kami keturunan yang sholeh dan sholeha, sehingga hidup kami menjadi lebih bermakna dan penuh keikhlasan. Jimbaran,12 Juni 2012 (fibri)

Dari Seorang Blogger Menjadi Kompasianer


Awal pertama kali menulis ku mulai sejak SMA, tapi tulisan yang dibuat adalah berupa puisi, pantun, catatan harian. Dan untuk tulisan-tulisan yang berupa artikel aku tidak bisa membuatnya, bahkan mengarang tulisan saja, kebanyakan tulisan yang mengulang-ulang kata setelah itu, kemudian, lalu dan lain-lain
.
Berkembangnya dunia teknologi informasi mendorongku untuk belajar menulis, yang dimulai dengan aktifitas chating di Yahoo Messenger, update status di Facebook.
Pada waktu browsing di Internet, akupun melihat banyak blog-blog milik orang lain. Akupun ingin mempunyai sebuah blog. Lalu aku mendaftar di di layanan blogger.com maupun wordpress.com, namun karena waktu itu aku belum bisa menulis, isi blogku hanya artikel-artikel yang aku copy paste dari beberapa situs. Dari sekian lama, blogku tidak mengalami perkembangan bahkan sempat vakum selama setahun lebih.

Menginjak di tahun 2012, akupun berpikir mengapa blogku yang ada ini aku ubah semua dengan isi tulisan hasil karya sendiri. Mulailah aku banyak browsing dari situs satu ke situs yang lain untuk belajar bagaimana caranya menulis di blog. Beberapa tulisanku terdahulu aku kumpulkan, diedit dan diposting dalam satu blog.

Setelah tulisanku terposting di blog, ternyata tulisanku tidak ada orang yang membacanya atau memberi komentar.Wow betapa sedihnya hatiku…karena membuat tulisan tidak ada yang membacanya.

Tulisan yang baik adalah tulisan yang memiliki tata bahasa yang baik, enak dibaca, mudah dipahami dan dimengerti oleh banyak orang dari semua kalangan pendidikan, disamping itu tulisan banyak dikunjungi dan diberi komentar.
Akhirnya setelah berselancar di dunia maya yang penuh dengan informasi, akhirnya pada tanggal 29 Februari 2012 aku mendaftar sebagai seorang Kompasianer. Semua tulisanku yang pernah ku posting di blog-blog sebelumnya aku posting ulang di kompasiana.
Alhamdulillah, tulisan-tulisan yang ku posting mulai ada pengunjung yang membacanya dan beberapa tulisan ada yang dikomentari. Dengan adanya komentar akan menambah wawasan bagi kita dan dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada tulisan kita.
Hanya saja yang membuatku bingung di dalam kompasiana, saat merequest atau menerima request dari kompasianer setelah diconfirm, kok..jumlah kompasianer yang kita add atau kita confirm bisa lebih dari satu, padahal untuk satu orang, mohon pihak kompasiana dapat memperbaiki softwarenya supaya kita dapat mengetahui jumlah teman yang diadd seperti kita meng add 10 orang teman, tapi yang masuk daftar teman ada 15, 5 diantaranya dobel bahkan lebih dari dua. Dan yang tersulit bagi diriku pada saat memposting tulisan ke dalam kompasiana dan menentukan jenis artikel ataupun rubriknya maupun type postingannya.
Dengan adanya Kompasiana, sangat membantuku dalam hal pembelajaran tulis menulis. Mohon informasi dan komentarnya. Semoga Kompasiana tetap jaya dan banyak pengikutnya.

Jimbaran, 19 Maret 2012